Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Insomnia, Gejala, Penyebab & Mengobati

Insomnia, Gejala, Penyebab & Mengobati

Insomnia atau susah tidur merupakan suatu gangguan tidur yang sering dialami banyak orang baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Seseorang yang mengalami susah tidur umumnya dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah stress maupun depresi. Stres maupun tekanan yang terjadi memicu susah tidur. Jika hal ini semakin berkepanjangan, maka akibatnya dapat menurunkan kesehatan baik mental maupun fisik seseorang tersebut.

Gangguan tidur ini juga dapat dipicu faktor lain. Setiap orang pasti pernah mengalami apalagi yang sering begadang malam entah karena pekerjaan maupun karena masalah.

Namun ada juga yang mengalaminya bukan karena faktor stres. Untuk mengetahui apa penyebab utama hingga cara mengobatinya,maka Anda perlu pelajari pembahasan berikut.

Gejala Insomnia Secara Umum

Gangguan tidur ini membuat tidur seseorang menjadi kurang berkualitas. Sehingga perlu ada sebuah sikap dan tindakan agar mendapatkan ketenangan tidur yang membuat tubuh segar.

Secara umum gangguan tidur ini memiliki tanda yang ringan. Beberapa tanda seseorang yang sulit tidur adalah sulit berkonsentrasi.

Banyak penderita yang awalnya sulit untuk fokus terhadap sesuatu atau pekerjaan. Bahkan ketika ia memaksakan, tetap tidak dapat berkonsentrasi.

Selain itu gejala Insomnia yang banyak dialami adalah kurang bergairah, kurang berenergi dan kurang motivasi. Terlalu banyak tekanan dalam diri membuatnya tidak semangat.

Jika sudah begini apa yang dilakukannya menjadi tidak ada manfaatnya. Begitu juga saat seseorang tersebut berusaha untuk dapat tidur. Tidak sedikit yang mengalami gejala ini merasa khawatir tentang tidur.

Bahkan setiap harinya, penderita hanya dapat tidur maksimal 6 jam saja berturut-turut. Orang Insomnia tersebut cenderung membutuhkan waktu 30 menit untuk dapat tidur setiap kali ingin tidur.

Seseorang yang tidak memiliki kualitas tidur yang baik memiliki gejala merasa lelah di siang hari, rasa cemas, depresi hingga mudah marah.

Gejala lainnya sangat sulit berorganisasi, bersosialisasi bekerja maupun belajar. Kepala sering sakit dan tegang. Hal ini memicu seseorang untuk mengonsumsi obat-obatan agar dapat tidur.

Kurangnya koordinasi tubuh mengakibatkan kesalahan hingga kecelakaan. Untuk itu seseorang yang memiliki gejala seperti ini perlu adanya tindakan juga konsultasi pada orang yang tepat.

Penyebab Gangguan Tidur

Banyak faktor pemicu Insomnia ini. Mulai dari stress, jadwal tidur yang sering tidak teratur, gangguan kesehatan mental, kebiasaan tidur yang buruk dan lainnya.

Pada sisi gangguan kesehatan mental yang umum menjadi penyebab adalah depresi, nyeri fisik dan penyakit, dan karena obat-obatan.

Selain itu terdapat masalah neurologis juga gangguan tidur tertentu. Beberapa faktor kombinasi gangguan tidur yang diderita seseorang cukup memperburuk gangguan tidur tersebut.

Pada intinya penyebabnya dibagi menjadi dua bagian. Yakni Primer dan Sekunder. Dari faktor primer terjadi karena bukan dari kesehatan. Sedangkan faktor sekunder adalah Insomnia yang terjadi karena penyebab lain atau kondisi tertentu.

Mulai dari kehilangan pekerjaan, kematian, perceraian, dan penyakit tertentu. Hal ini juga bisa dipicu dari faktor lingkungan. Mulai dari suara bising, cuaca ekstrem, cahaya dan gangguan lainnya. Sedangkan penyebab dari obat-obatan adalah obat asam, obat anti hipertensi, dan obat depresi.

Begitu juga untuk penyebab lainnya yang mengganggu jadwal tidur adalah adanya pekerjaan yang shift malam, juga karena jetlag. Selain itu pengaruh dari minuman juga turut andil dalam pemicu adanya gangguan tidur mulai dari minuman kafein, alkohol dan nikotin.

Pengidap penyakit ini umumnya usia lanjut antara 60-65 tahun untuk yang lebih banyak. Selain itu juga orang yang penderita penyakit kronis hingga berat.

Bisa juga terjadi pada penderita yang sering mengonsumsi obat tekanan darah, pelangsing, dekongestan, atau obat lainnya yang memiliki efek samping gangguan tidur.

Insomnia ini lebih banyak dialami kaum wanita daripada pria. Terutama pada kehamilan dan perubahan hormonal hingga menstruasi yang juga dapat mengganggu tidur.

Perilaku dan gaya hidup sangat berpengaruh pada seseorang mulai dari perubahan waktu tidur yang tidak teratur, merokok juga peminum berat.

Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh dan memiliki ketidakmampuan untuk tidur karena melintasi banyak zona waktu yang singkat. Terlebih pada orang yang tidak dapat tidur nyenyak dan menyesuaikan zona waktu baru.

Mengobati Gangguan Tidur

Dalam mengatasi dan mengobati Insomnia ini maka perlu diketahui penyebabnya. Sehingga penanganan dapat sesuai pemicu dan bisa lebih tepat sasaran. Dalam mengobati perlu dilakukan perubahan dari penyebab itu sendiri. 

1. Olahraga

Cara pertama yakni dengan berolahraga ringan setiap hari. Meningkatkan kualitas tidur dengan berolahraga pagi dan sore. Sehingga membantu Anda rileks dan menghilangkan stress. Jika Anda cemas maka bisa mengambil pernapasan untuk menenangkan pikiran.

2. Hindari Konsumsi Makanan/Minuman/Obat Diuretik

Selain itu beberapa jam sebelum tidur hindari mengonsumsi makanan atau minuman dan obat diuretik yang merangsang ginjal. Sehingga mengharuskan Anda untuk sering ke kamar mandi.

3. Atur Pola Hidup

Cara mengobati insomnia bisa dengan melakukan perubahan perilaku dan mengatur jadwal tidur. Hindari aktivitas yang membuat terbangun pada malam hari. Lakukan terapi untuk mengontrol pikiran negatif dan rasa khawatir yang berlebihan agar Anda mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Menangani gangguan tidur dapat dengan pemberian obat-obatan yang tepat. Obat tidur hanya diberikan oleh dokter sesuai resep. Karena dokter tidak merekomendasikan penggunaan obat tidur dalam waktu lama. Oleh karena itu penggunaannya tidak bisa secara sembarangan.

Sementara itu biarkan tubuh sering terkena sinar matahari. Sehingga membantu tubuh mengeluarkan melatonin untuk regulasi ritme sirkadian tubuh. Hal tersebut merupakan penentu jam biologis tubuh. Untuk hal yang sering dialami baik stress maupun depresi ringan, Anda perlu melakukan teknik meditasi maupun yoga untuk relaksasi.

4. Penanganan Insomnia dengan Pijat Refleksi

Sulit tidur dapat diatasi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan pijat refleksi atau refleksologi. Pijat merupakan teknik tradisional yang sudah populer di Indonesia.

Selain memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan kebugaran, pijat ini juga mampu mengatasi keluhan kurang tidur, menghilangkan stres dan juga depresi. Gangguan tidur dapat hilang dengan pijat refleksi yang tepat.

Pijat refleksi merupakan terapi alternatif medis standar berupa pemijatan di titik refleks baik tangan atau telapak kaki. Terapi ini fokus pada titik-titik refleksi telapak kaki yang berhubungan langsung dengan seluruh organ tubuh. Mulai dari lambung, hati, ginjal, kantung kencing, usus, dan limpa. Semua titik-titik berhubungan langsung dengan saraf.

Menjadi salah satu cara untuk relaksasi Insomnia yang membuat orang lebih santai dan mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain itu dengan melakukan pijat refleksi maka seseorang mampu meningkatkan kesehatan mental juga fisik. Mulai dari rasa stres, badan dan pikiran menjadi rileks dan gangguan kesehatan lainnya.

Setiap orang mampu mengatasi sulit tidur melalui telapak tangannya. Menekan bagian tangan dan kaki bisa mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Titik-titik pada kaki tidak lebih dari 70 dan tersusun membentuk peta di kaki. Apabila salah satu titik yang dipijat terasa sakit maka organ yang berhubungan dengan titik tersebut mengalami gangguan fungsi.

Baca Juga: Cara Refleksi Kaki Yang Tepat 

Teknik pemijatan ini sangat efektif untuk mengatasi gangguan tidur dan membuat kualitas tidur seseorang menjadi baik. Sehingga Anda tidak perlu melakukan terapi ke dokter. Dengan melakukan refleksi secara rutin, maka setiap orang dapat mengatasi Insomnia maupun masalah kesehatan mental dan fisik.

GRAND SPA
GRAND SPA Grand Spa hanya memiliki website ini, jika ada pihak yang mengatasnamakan grand spa maka bisa di pastikan bukanlah seorang profesional.